Seorang Perempuan Yazidi Memiinta PBB Segera Melenyapkan ISIS

----iklan---



          Nadia Taha, perempuan Yazidi yang jadi korban kekejaman ISIS. (Foto: Reuters)

Nadia Murad Basee Taha (21), perempuan Yazidi yang pernah menjadi korban ISIS, menceritakan penderitaan yang dialami selama menjadi tawanan kelompok militan itu. Ia mengatakannya di depan anggota Dewan Keamanan PBB di New York pada Rabu 16 Desember. Taha pun memohon kepada PBB untuk melenyapkan ISIS dari muka bumi.

“Pemerkosaan digunakan untuk menghancurkan perempuan dan anak perempuan serta untuk menjamin bahwa perempuan ini tidak pernah bisa hidup normal lagi. ISIS telah menjadikan perempuan Yazidi target empuk perdangangan manusia,” tukasnya, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/12/2015).

Taha diculik dari desanya di Irak pada Agustus 2014. Ia dilarikan dengan bus ke bangunan yang menjadi markas ISIS di Mosul. Tempat yang juga menjadi penjara bagi ribuan perempuan dan anak-anak Yazidi. Mereka ditukarkan sebagai hadiah antar-pasukan.

"Dia memaksa saya untuk berpakaian bagus dan merias wajah. Kemudian malam mengerikan itu datang dan dia melakukannya. Dia memaksa saya untuk melayani nafsunya. Ia mempermalukan saya di depan umum setiap hari," ungkap Taha.

Lebih dari sekali Taha mencoba kabur. Namun, sebanyak itu juga usahanya dihentikan penjaga.

"Malam itu (saat Taha melarikan diri) ia memukuli saya. Dia meminta saya untuk mengambil pakaian saya. Dia menempatkan saya di sebuah ruangan dengan penjaga dan kemudian mereka melanjutkan tindakan keji mereka atas saya, sampai saya pingsan. Karena itu, saya mohon, Anda (DK PBB) sungguh-sungguh menyingkirkan Daesh (sebutan lain ISIS)," ucapnya.

Tidak cukup menyiksa dirinya, saudara-saudara lelaki Taha turut dibunuh oleh militan ISIS. Ketika menceritakan semua kepedihan masa lalunya dengan penuh emosional, anggota PBB memuji keberaniannya.

Kini, setelah berhasil melarikan diri, perempuan muda ini memilih untuk menetap di Jerman.

Saat itu juga, PBB menyatakan bahwa ISIS telah melakukan genosida, yakni pelanggaran HAM berat karena coba menghapus kelompok minoritas Yazidi. Dewan Keamanan PBB kemudian didesak mengajukan masalah ini ke Pengadilan Kriminal Internasional untuk menuntut perbuatan kelompok militan tersebut.

“Kami juga menyesalkan adanya perdagangan orang yang dilakukan ISIS dan kelompok-kelompok militan lain, seperti Lord’s Resistance Army dan Boko Haram. Kami memperingatkan bahwa tindakan-tindakan tertentu yang terkait perdagangan manusia dalam konteks konflik bersenjata termasuk kejahatan perang," demikian penjelasan pihak DK PBB, kemarin.

ISIS menuding Yazidi sebagai sekte pemuja setan. Keimanan Yazidi sendiri memang terdiri dari beberapa unsur keyakinan yang berbeda, meliputi agama Kristen, Zoroastrianisme, dan Islam. Dari 500 ribu penduduk Yazidi, sebagian besar masih berada di kamp-kamp pengungsian milik badan otonom di utara Irak yang dikenal sebagai Kurdistan.

Para aktivis HAM mengungkap, sekira 5.000 penduduk Yazidi, baik laki-laki maupun perempuan, ditangkap oleh ISIS pada musim panas setahun lalu. Sebanyak 2.000 di antaranya telah berhasil melarikan diri atau diselundupkan keluar dari teritori ISIS. Akan tetapi, sisanya hingga saat ini masih di pengungsian.(okezone.com)
---iklan---
Tag : Berita, Iraq, ISIS
---iklan---
0 Komentar untuk "Seorang Perempuan Yazidi Memiinta PBB Segera Melenyapkan ISIS"
Back To Top